Melindungi Cadangan Air dengan Gerakan Satu Juta Pohon pada 2022

Diperbarui: 17 Mar

Gerakan satu juta pohon adalah hari peringatan terhadap pentingnya kegiatan menanam pohon sebagai bentuk kepedulian kita pada lingkungan. Peringatan gerakan satu juta pohon ini dilakukan setiap tanggal 10 Januari dan biasanya ditandai dengan kegiatan menanam pohon yang dilakukan secara serentak oleh sebagian kelompok masyarakat. Hari sejuta pohon juga sering disebut sebagai tonggak kepedulian terhadap upaya melindungi alam. Namun bagaimana sih sejarah terbentuknya perayaan ini?


Sejarah Gerakan Satu Juta Pohon

Dikutip dari tirto.id, gerakan ini mulanya diprakarsai pada tahun 2012 oleh Menteri Kehutanan kala itu, Bapak Zulkifli Hasan. Tercatat dalam jangka waktu sepuluh bulan dari Januari 2012 - Oktober 2012 telah tertanam 732 juta pohon di seluruh penjuru Indonesia. Semenjak saat itu, gerakan ini diperingati setiap tahunnya untuk menggerakan masyarakat untuk ikut serta dalam menanam pohon dalam rangka melindungi hutan kita. Sebagaimana yang kita ketahui, bahwa deforestasi menjadi salah satu masalah besar bagi Indonesia.


Apa itu deforestasi?

Menurut National Geographic, deforestasi adalah kegiatan pembukaan hutan dari lahan yang dikonversi menjadi lahan untuk kegiatan pertanian, peternakan, atau pemukiman. Deforestasi dapat disebabkan karena ulah manusia atau alam (kebakaran hutan). Fenomena ini secara langsung mempengaruhi keseimbangan ekosistem, kehidupan satwa liar hingga terhadap perubahan iklim. Selain itu, pembukaan lahan hutan secara besar-besaran juga menjadi salah satu penyebab utama bencana banjir, kekeringan dan tanah longsor di beberapa lokasi. Selama dua dekade terakhir, Indonesia sempat mengalami lonjakan deforestasi pada tahun 2008 (856 kHa) dan 2016 (929 kHa) sehingga membuat Indonesia menduduki posisi ke-5 dalam top 10 Negara dengan Global Deforestasi (World Resource Institute, 2021). Sungguh sangat disayangkan, mengetahui bahwa Indonesia memiliki hutan tropis terbesar ke-3 di Dunia dilansir oleh WRI namun memiliki tingkat deforestasi yang cukup tinggi.


Chart Penurunan Tingkat Deforestasi Indonesia

Pemerintah tidak tinggal diam menanggapi informasi tersebut. Pada tahun 2015 Indonesia mengalami kebakaran hutan yang cukup drastis dan pemerintah, melalui Kementerian Lingkungan Hidup bergerak sigap dalam meningkatkan upaya pemantauan dan pencegahan kebakaran. Terbukti pada tahun 2017, Indonesia mengalami penurunan yang signifikan (60%) dalam deforestasi. Tidak hanya itu, Indonesia bahkan mempertahankan performanya dengan penurunan tingkat deforestasi selama empat tahun berturut-turut dari 2017-2021. Pemerintah bersama masyarakat Indonesia berupaya mengurangi kegiatan pembukaan hutan baik dengan pengetatan kebijakan hingga aksi heroik dalam menanam pohon dalam kegiatan reboisasi atau penanaman hutan kembali. Karena sesungguhnya menanam pohon dapat memberikan banyak manfaat bagi manusia salah satunya dalam melindungi cadangan air.


Di Indonesia sendiri terdapat tiga jenis cadangan air berupa air hujan, air tanah (sumur) dan air permukaan (waduk, sungai, danau, dan bendungan). Dari segi kegunaannya, air permukaan dan air hujan cenderung lebih mudah diakses, sedangkan air tanah membutuhkan alat seperti sumur bor untuk mencapai kedalaman tertentu. Kendati demikian, air tanah cenderung lebih bersih dan kaya akan mineral dibandingkan air permukaan. Kemudahaan akses oleh air permukaan meningkatkan kemungkinan pencemaran dan kontaminasi pada air sehingga lebih beresiko dan berbahaya. Sehingga dalam hal ini, cadangan air tanah merupakan opsi yang paling optimal untuk menunjang kebutuhan air masyarakat masa kini hingga puluhan tahun kedepan. Namun dengan deforestasi, ketersediaan cadangan air tanah menjadi terancam.


Dalam hal ini, kegiatan menanam pohon dapat membantu melindungi cadangan air tanah. Bagaimana prosesnya? Sejatinya, cadangan air tanah merupakan air yang terletak di bawah permukaan tanah. Air ini juga berasal dari penyerapan air permukaan ke dalam tanah oleh bantuan pepohonan. Air hujan yang awalnya hanya tertampung di atas permukaan tanah diserap oleh pohon hingga masuk ke lapisan tanah. Di dalam tanah, air akan melewati lapisan batuan yang bertindak sebagai saringan untuk mengurangi polutan sehingga air menjadi lebih bersih dan mengandung mineral dari berbagai proses pengendapan di dalam tanah. Sehingga secara tidak langsung, penanaman pohon dapat berkontribusi dalam meningkatkan cadangan air tanah. Beberapa spesies pepohonan bahkan sudah terbukti dapat meningkatkan pasokan air. Dalam jangka waktu 30 tahun, pohon pinus memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan ketersediaan cadangan air disusul oleh pohon eucalyptus dengan durasi 15 tahun (Scott and Prinsloo, 2008). Merupakan waktu yang cukup panjang, namun dapat menjadi investasi untuk menjamin cadangan air bagi generasi mendatang.

Efektifitas Ragam Spesies Pohon dalam Melindungi Cadangan Air

Bentuk Perayaan Gerakan Satu Juta Pohon

Satu hal yang perlu digaris bawahi dari perayaan gerakan satu juta pohon ini dimana masyarakat diharapkan tidak hanya berfokus terhadap upaya penanaman, namun juga pelestarian pohon tersebut agar masyarakat bisa merasakan manfaat yang optimal. Penanaman ratusan juta pohon tidak akan berarti tanpa diiringi dengan upaya pelestariannya. Berbagai pertanyaan bermunculan terkait bagaimana cara kita memulai kontribusi kita terhadap pelestarian pohon? Anda dapat memulai dari ruang lingkup yang sangat kecil seperti menanam pohon di pekarangan rumah anda, dan semaksimal mungkin mengurangi kegiatan penebangan pohon.


Namun bagi anda yang ingin berkontribusi lebih besar, anda dapat mensupport berbagai organisasi yang bergerak dibidang pelestarian lingkungan, seperti salah satunya IDEP Foundation. Yayasan ini sudah berdiri selama hampir dua dekade dan menawarkan program praktis dan kegiatan pendidikan publik kepada masyarakat dalam bentuk pelatihan, program masyarakat dan media tentang pembangunan berkelanjutan melalui permakultur, dan manajemen bencana berbasis masyarakat. Anda dapat memberikan kontribusi anda dalam bentuk donasi atau bahkan bersukarela (volunteer) dalam mengikuti berbagai program mereka. Yayasan IDEP juga menerapkan salah satu campaign terkait Bali water protection dengan menyerukan masyarakat Bali dalam mengambil tindakan untuk menyelamatkan dan melindungi ketersediaan cadangan air dengan menanam pohon. Bagi anda yang tertarik, anda dapat mengakses website IDEP untuk mengetahui lebih lanjut terkait program yang ditawarkan. Mari rayakan gerakan sejuta pohon dengan kegiatan yang bermakna sebagai bentuk kepedulian kita pada alam yang tercinta ini.



108 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua