Bahaya Produk Pembersih dalam Pencemaran Limbah Cair Rumah Tangga


Alat Bersih-bersih

Pernahkah terpikir oleh anda terkait dengan dampak jangka panjang dari penggunaan produk pembersih rumah tangga anda? Produk pembersih memang diformulasikan dengan berbagai kandungan yang bersifat abrasif seperti deterjen, anti-lemak, pemutih, karbol dan disinfektan yang ditujukan untuk membasmi kerak membandel dan membunuh berbagai kuman ataupun bakteri yang dapat memicu berbagai penyakit. Formulasi tersebut diaplikasikan dalam berbagai produk pembersih seperti deterjen laundry, sabun pencuci piring, pembersih toilet, cairan pembersih serba guna, hingga air fresheners. Tanpa penggunaan yang tepat, kandungan zat kimia dari produk pembersih rumah tangga justru dapat menjadi ancaman untuk kesehatan kita dan lingkungan. Keputusan anda dalam memilih produk pembersih akan sangat berdampak pada kelestarian ekosistem perairan kita.




Bahaya Pembersih Rumah Tangga Bagi Kesehatan

Jika kita bandingkan, kegiatan bersih-bersih dalam rumah tangga tidak sepenuhnya dilakukan dalam jangka waktu harian. Beberapa kegiatan rutin seperti mencuci piring dan baju mungkin tergolong sebagai rutinitas harian. Namun mencuci karpet, korden, mengepel rumah, hingga mengelap jendela mungkin dilakukan setiap minggu atau setiap bulan. Tetap saja, produk pembersih rumah tangga tidak dapat terlepas dari kehidupan sehari-hari kita. Kasus gangguan kesehatan yang ditemukan dalam konteks rumah tangga dapat terbilang sedikit. Namun penelitian yang dilakukan oleh salah satu badan statistik di Amerika menemukan bahwa terdapat 6% kasus cedera di tempat kerja akibat bahan kimia pada petugas kebersihan. Seperti yang telah diketahui, petugas kebersihan merupakan subjek yang paling banyak bersentuhan dengan berbagai produk pembersih. Cedera yang dialami berupa iritasi kulit, mata, hingga tenggorokan.

Bahaya produk pembersih terhadap kesehatan

Jika kita telaah beberapa produk pembersih rumah tangga pada umumnya, ditemukan bahwa beberapa bahan seperti etilen glikol, isopropanol, ammonia, dan natrium hipoklorit tidak hanya dapat mengiritasi mata dan kulit, namun dalam jangka panjang bahan-bahan tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada sistem saraf, hati, ginjal, jantung dan otak. Bahkan produk sederhana seperti air fresheners mengandung formaldehida, diklorobenzena dan propelan aerosol yang dapat memicu kanker dan kerusakan otak. Bagi ibu hamil, paparan desinfektan yang tinggi pada bahan pembersih rumah tangga dapat meningkatkan kemungkinan kelahiran prematur bahkan keguguran. Penggunaan desinfektan hingga 6 kali seminggu pada ibu hamil sangat berakibat fatal dan dapat mengganggu pertumbuhan janin. Di situasi lain, jika anda memiliki hewan peliharaan, anda juga patut meningkatkan kewaspadaan terhadap penggunaan pembersih. Kasus kelalaian yang menyebabkan tertelannya produk-produk pembersih dapat menyebabkan ketidaksadaran hingga kematian pada hewan peliharaan.


Bahaya Pembersih Rumah Tangga bagi Lingkungan

Selain mengancam kesehatan keluarga dan juga hewan peliharaan, penggunaan pembersih rumah tangga yang berlebihan akan berakibat fatal bagi lingkungan. Sabun cuci piring, deterjen, hingga pembersih lantai yang kita gunakan akan menjadi limbah cair rumah tangga yang bermuara di saluran pembuangan dan aliran sungai. Pada beberapa wilayah, terdapat pengolahan limbah cair yang dapat menghilangkan berbagai zat kontaminan yang terkandung sebelum dialirkan ke sungai. Realitanya, pengolahan limbah cair tersebut membutuhkan biaya yang besar dan cenderung tidak diterapkan secara menyeluruh. Kontaminan dari bahan kimia yang terkandung oleh berbagai produk pembersih tertimbun di ekosistem sungai dan mengancam berbagai organisme yang terdapat di sungai. Disamping itu, beberapa kandungan seperti triclosan, phthalates and sulfates yang termasuk dalam Volatile Organic Compounds (VOC) yang menstimulasi pertumbuhan dan perkembangbiakan alga biru sebagai organisme perintis yang dapat mendukung perkembangan bakteri di air yang menjadi sumber kuman yang mencemari air. Limbah cairan pembersih tidak hanya membahayakan biodiversitas di aliran sungai. Dalam skala besar, limbah cairan pembersih dapat berakhir di lautan tercinta kita.


Pencemaran air akibat limbah zat kimia

Terkait topik yang sampai, limbah cair dengan kandungan zat kimia berbahaya juga dapat mencemari tanah. Kandungan sintetis dari bahan pembersih rumah tangga tidak dapat diuraikan secara sempurna sehingga mengalami proses pengendapan. Limbah cair domestik merupakan penyumbang pencemaran tanah terbanyak. Pada lapisan permukaan tanah, pengendapan zat berbahaya dapat mengganggu kesuburan tanah. Tidak hanya berhenti sampai disana, pengendapan juga terjadi hingga ke lapisan bawah tanah sehingga dapat mencemari air tanah sebagai sumber kehidupan manusia dan organisme lainnya. Sungguh dampak yang cukup signifikan dari pembersih rumah tangga. Lalu, bagaimana solusinya?


Seperti yang telah kita ketahui, kegiatan membersihkan rumah merupakan hal yang sangat lumrah. Tujuan membersihkan rumah tidak hanya perkara aspek estetika, namun juga aspek kesehatan. Rumah yang bersih mencerminkan kesehatan jasmani dan rohani seseorang. Lingkungan yang bersih dan tertata rapi juga dapat meningkatkan produktivitas seseorang. Seperti kata pepatah, bersih pangkal sehat, realitanya itu benar adanya. Namun, sesuatu yang berlebihan tidak selalu membuahkan hasil yang maksimal. Bagaimana cara mencegah resiko tersebut?


Ubah Pola Pikir dan Perspektif Anda dalam Membersihkan Rumah

Sering kali berbagai pembersih dengan bahan yang bersifat korosif dan abrasif digunakan untuk membersihkan noda membandel seperti kerak, lumut, dan bercak yang susah dibersihkan tanpa bantuan bahan kimia aktif. Daripada menggunakan bahan aktif yang beresiko bagi kesehatan dan lingkungan, anda dapat mengantisipasi terbentuknya kerak dan noda membandel sekaligus mengurangi resiko dari bahan kimia yang berbahaya dengan cara mengalokasikan waktu bersih-bersih 5-15 menit per hari secara rutin. Hal sederhana seperti merapikan tempat tidur, membersihkan noda sehabis memasak, dan mengelap permukaan yang berdebu terkesan sepele, namun dapat menciptakan lingkungan rumah yang bersih dan tertata. Dengan demikian, anda dapat memastikan kebersihan rumah anda dan mengurangi penggunaan zat-zat kimia yang berlebihan. Rutinitas membersihkan rumah dapat menjadi kebiasaan yang semakin mudah dilakukan sebagai bagian dari gaya hidup sehat.


Substitusi Produk Pembersih dengan Bahan Alami

produk pembersih dari bahan alami

Selain mengubah pola pikir dalam membersihkan rumah, anda juga dapat membuat pembersih dari bahan alami yang dapat anda temukan di dapur seperti cuka, lemon, dan soda kue (baking soda). Bahan-bahan alami tersebut memiliki pH yang asam sehingga mampu membasmi noda-noda membandel dengan dampak yang lebih ramah lingkungan dan lebih tidak berbahaya bagi kesehatan.


Selain bahan pembersih, anda juga dapat mengganti air freshener (penyegar ruangan) dengan bahan-bahan alami daripada menggunakan spray aerosol yang dapat mengganggu pernafasan. Kopi dan kulit jeruk yang ditaruh di berbagai sudut ruangan dapat menetralisir bau yang tidak sedap sekaligus berfungsi sebagai pengharum ruangan yang alami. Sisa limbah dari bahan-bahan dapur tersebut juga bersifat organik sehingga dapat dengan mudah diuraikan oleh tanah tanpa harus mengganggu ekosistem, kesuburan tanah, dan kualitas air tanah. Tindakan-tindakan sederhana yang terkesan sepele dalam ruang lingkup rumah tangga untuk menghindari paparan bahan-bahan kimia berbahaya dalam produk pembersih rumah tangga tidak hanya memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesehatan rumah tangga, tetapi juga untuk skala yang lebih luas, yaitu untuk kelestarian lingkungan.

32 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua